Jumat, Juni 18, 2010

Perbankan

Diposkan oleh erk_chubz di 18.41
Reaksi: 
PENGENALAN BANK
Perbankan
DEFINISI BANK
BANK �� Bahasa ITALIA “Banco”
yang artinya “Bangku”
Menurut UU no. 10 th 1998
Bank :
badan usaha yang menghimpun dana dari
masyarakat dalam bentuk simpanan dan
menyalurkannya kepada masyarakat dalam
bentuk kredit dan / atau bentuk-bentuk lainnya
dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat
banyak.

Perbankan :
segala sesuatu yang menyangkut tentang bank,
mencakup kelembagaan, kegiatan usaha, serta
cara dan proses dalam melaksanakan kegiatan
usahanya
Bank termasuk perusahaan industri jasa, karena
hanya memberikan pelayanan jasa kepada
masyarakat
• Fungsi bank sebagai lembaga perantara
FUNGSI BANK
Beli Dana Jual Dana
Giro Pinjaman
Tabungan (Kredit)
Deposito
Masyarakat yang
Kelebihan Dana
Masyarakat yang
Kekurangan Dana
DEFINISI BANK
(Lanjutan…)

KEGIATAN BANK
Kegiatan Bank sebagai lembaga keuangan :
• Menghimpun Dana
• Menyalurkan Dana
• Memberikan Jasa-jasa bank lainnya
B A N K
Menghimpun Dana
Giro (demand)
Tabungan (saving)
Deposito (time)
Menyalurkan Dana
Kredit investasi
Kredit modal kerja
Jasa-jasa lainnya
Transfer
L/C
Bank garansi, dll
Bunga simpanan Biaya-biaya
Spread based
/ profit Sharring
Fee based
Bunga pinjaman

FUNGSI BANK
Menurut H. Malayu S.P. Hasibuan
• Lembaga Keuangan,
• Pencipta Uang,
• Pengumpul Dana Dan Penyalur Kredit,
• Pelaksana Lalu Lintas Pembayaran,
• Stabilisator Moneter
• Dinamisator Pertumbuhan Perekonomian

FUNGSI BANK
(Lanjutan…)
• Bank sebagai Lembaga Keuangan,
Bank adalah badan usaha yang kekayaannya terutama
dalam bentuk aset keuangan (financial assets) serta
bermotifkan profit dan juga sosial, jadi bukan hanya
mencari keuntungan saja
• Bank sebagai Pencipta Uang,
Bank menciptakan uang giral dan mengedarkan
uang kartal.
• Bank sebagai Pengumpul Dana Dan Penyalur Kredit,
Bank dalam operasinya mengumpulkan dana kepada
SU dan menyalurkan kredit kepada DU

FUNGSI BANK
(Lanjutan…)
• Bank sebagai Pelaksana Lalu Lintas Pembayaran
Bank menjadi pelaksana penyelesaian pembayaran
transaksi komersial atau finansial dari pembayar ke
penerima
• Bank sebagai Stabilisator Moneter
bank mempunyai kewajiban ikut serta menstabilkan
nilai tukar uang, nilai kurs atau harga barang-barang
relatif stabil atau tetap, baik secara langsung maupun
melalui mekanisme Giro Wajib Minimum (GWM) bank
• Bank sebagai Dinamisator Pertumbuhan Perekonomian
Bank merupakan pusat perekonomian, sumber dana,
pelaksana lalu lintas pembayaran,memproduktifkan
tabungan dan pendorong kemajuan perdagangan
nasional dan internasional

ASAS, FUNGSI & TUJUAN
• Asas
�� perbankan Indonesia dalam melaksanakan kegiatan
usahanya berasaskan demokrasi ekonomi dengan
menggunakan prinsip kehati-hatian.
• Fungsi
�� Fungsi utama perbankan sebagai penghimpun dana dan
penyalur dana masyarakat
• Tujuan
�� Perbankan Indonesia bertujuan menunjang
pelaksanaan pembangunan nasional dalam rangka
meningkatkan pemerataan, pertumbuhan ekonomi, dan
stabilitas nasional ke arah peningkatan rakyat banyak.

JENIS BANK
Macam2 Bentuk Bank berdasarkan :
• Jenis
– Bank Umum
– Bank Perkreditan Rakyat
• Kepemilikan
– Bank milik Pemerintah /
Pemerintah Daerah
– Bank milik Swasta Nasional
– Bank milik Koperasi
– Bank milik Asing
– Bank milik Campuran
• Bentuk Hukum
– Perusahaan Daerah
– Perseroan
– Perseroan Terbatas
– Koperasi
• Kegiatan Usaha / status
– Devisa
– Non Devisa
• Sistem penentuan harga
– Konvensional
– Syariah

BANK SENTRAL
Bank Sentral
merupakan bank yang mengatur berbagai
kegiatan yang berkaitan dengan dunia
perbankan dan dunia keuangan di suatu
negara.
Tujuan utama BI sebagai Bank Sentral adalah
• mencapai dan memelihara kestabilan nilai
rupiah, dengan menetapkan dan
melaksanakan kebijakan moneter, mengatur
dan menjaga kelancaran system devisa serta
mengatur dan mengawasi bank
Materi SIP-1 3

BANK SENTRAL
(Lanjutan…)
Fungsi BI selain sebagai bank Sentral adalah
sebagai:
• Bank sirkulasi
�� mengatur peredaran keuangan suatu
negara.
• Bank to bank
�� mengatur perbankan di suatu negara
• Lender of the last resort
�� sebagai tempat peminjaman yang terakhir

JENIS BANK
Berdasarkan fungsinya
Berdasarkan Fungsi
bank dibedakan berdasarkan luasnya
kegiatan atau jumlah produk yang dapat
ditawarkan serta jangkauan wilayah
operasinya.
�� Bank Umum
�� Bank Pembangunan, Bank Tabungan
�� BPR
�� Bank Desa, Bank Pasar, Bank Pegawai,
Lumbung Desa

DEFINISI BANK
Berdasarkan fungsinya…
Bank Umum, adalah
“bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara
konvensional dan / atau berdasarkan prinsip syariah
yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu
lintas pembayaran.”
Bank Perkreditan Rakyat, adalah :
“bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara
konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang
dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu
lintas pembayaran

JENIS & DEFINISI BANK
Berdasarkan Kepemilikannya
• Bank milik pemerintah,
merupakan bank yang akte pendirian dan modal bank ini
sepenuhnya dimiliki oleh Pemerintah Indonesia, sehingga
seluruh keuntungan bank ini dimiliki oleh pemerintah.
Contoh : BNI, BRI, BTN, Bank Mandiri, BPD
• Bank milik swasta,
merupakan bank yang seluruh atau sebagian besar
sahamnya dimiliki oleh swasta nasional.
Contoh : BCA, Bank Danamon, BII, Bank Lippo dll.
• Bank milik koperasi,
merupakan bank yang kepemilikan sahamnya dimiliki oleh
perusahaan yang berbadan hukum koperasi,
Contoh : Bank Bukopin

• Bank milik asing,
merupakan cabang dari bank yang ada diluar negeri, baik
milik swasta asing maupun pemerintah asing.
Contoh : Bank of America, American Express Bank,
Bank of Tokyo, Bangkok Bank,
• Bank milik campuran,
merupakan bank yang kepemilikannya sahamnya
campuran antara pihak asing dan pihak swasta nasional.
Contoh : BII Commonwelth, Bank Finconesia, Bank
Merincorp, Mitsubishi Buana Bank, dll
JENIS & DEFINISI BANK
Berdasarkan Kepemilikannya…

JENIS & DEFINISI BANK
Berdasarkan Kegiatan Usaha / Status
• Bank Devisa,
merupakan bank yang dapat melaksanakan
transaksi keluar negeri atau yang berhubungan
dengan mata uang asing secara menyeluruh
• Bank non Devisa,
merupakan bank yang belum mempunyai izin untuk
melaksanakan transaksi sebagai bank devisa,
sehingga tidak dapat melaksankan transaksi seperti
halnya bank devisa.

JENIS & DEFINISI BANK
Berdasarkan Penentuan Harga
• Bank berdasarkan prinsip konvensional
(Barat),
Merupakan bank yang dalam usahanya
memberikan bunga.
• Bank berdasarkan prinsip Syariah
(Islam),
merupakan bank yang dalam usahanya
menganut sistem Syariah (titipan, bagi hasil,
penyertaan, sewa beli dll)

JENIS KANTOR BANK
• Kantor pusat,
�� kegiatan perencanaan sampai pengawasan
dan biasanya tidak melaksanakan kegiatan
operasional.
• Kantor cabang penuh,
�� merupakan kantor bank yang memberikan
jasa bank paling lengkap.
• Kantor cabang pembantu,
�� hanya melayani sebagian dari kegiatan
cabang penuh.
• Kantor kas,
�� kegiatannya hanya meliputi teller.

PENGGABUNGAN
USAHA BANK
1. MERGER
Penggabungan dari dua bank atau lebih dengan tetap
mempertahankan salah satu dari bank dan
membubarkan bank lainnya tanpa proses likuidasi
2. KONSOLIDASI
Penggabungan dari dua bank atau lebih dengan tetap
mendirikan bank baru dan membubarkan bank lainnya
tanpa proses likuidasi
3. AKUISISI
Pengambil-alihan kepemilikan suatu bank yang
mengakibatkan beralihnya pengendalian terhadap bank
(nama tidak berubah

DEREGULASI PERBANKAN
1. ERA sebelum Juni 1983
Campur tangan Bank Indonesia selaku bank sentral
dalam pengaturan pagu kredit dan tingkat suku bunga
2. Paket 1 Juni 1983 (Pakjun 83)
- Menghapuskan pagu kredit
- Kebebasan untuk menentukan sendiri tingkat bunga
- Mengurangi ketergantungan bank kepada BI
3. Paket 27 Oktober 1988 (PakTo 88)
Kemudahan membuka bank baru

Deregulasi…
4. Paket 28 Februari 1991 (Paktri 91)
pembatasan dan pemberatan persyaratan perbankan
dengan mengharuskan dipenuhinya persyaratan
permodalan minimal 8 persen dari kekayaan
5. Paket 29 Mei 1993 (PakMei 93)
Penilaian Tingkat Kesehatan Bank yang dikenal dengan
metode CAMEL (Capital, Asset, Management, Aerning,
dan Liquidity).

Deregulasi…
1. Peraturan Pemerintah no 68 Tahun 1996
– Peningkatan rasio kecukupan modal (CAR) minimal 8% dari
ATMR, 10% pada tahun 1997 dan 12% pada tahun 2001
– Peningkatan modal disetor menjadi Rp 50 M Bank NonDevisa
dan Rp. 150 M untuk bank devisa
– Peningkatan (GWM) dari 3% menjadi 5% per april 1997
2. UU No. 10 tahun 98
penyempurnaan dari UU no 7 tahun 1992 tentang perbankan.
3. 13 Maret 1999
Program Rekapitulasi Perbankan, (38 BBO, 7 BTO, 9 Bank
Rekapitulasi dan 73 tidak ikut rekapitulasi
4. Paket 31 Mei 2004
Penilaian Tingkat Kesehatan Bank yang dikenal dengan metode
CAMEL

GAMBARAN UMUM
KEGIATAN USAHA BANK
• Menghimpun dana (funding)
Kegiatan ini merupakan kegiatan membeli dana dari
masyarakat dengan menawarkan berbagai jenis simpanan
Contoh : Tabungan, Giro dan Deposito
• Menyalurkan dana (leanding)
Kegiatan ini merupakan kegiatan menjual dana yang
berhasil dihimpun dari masyarakat melalui pemberian
pinjaman (kredit)
• Memberikan Jasa-jasa lain (service)
kegiatan penunjang untuk mendukung kelancaran
kegiatan
Contoh :

PENGERTIAN & SIFAT
DANA BANK
Dana Bank adalah :
sejumlah uang yang dimiliki dan dikuasai bank dalam
kegiatan operasionalnya.
Sifat Dari Sumber Dana :
• Loanable funds
dana tersebut dapat disalurkan lagi dalam bentuk kredit atau
surat berharga (secondary reserve),
• Unloanable funds
dana yang hanya bisa digunakan sebagai primary reserve.
• Equity Funds
dana yang dapat dialokasikan terhadap aktiva tetap
Hal 2 - 4 C’tive by Ticha
Perbankan
SUMBER DANA BANK
• Dana Intern
Dana yang bersumber dari dalam bank
c/: modal inti
modal pelengkap
• Dana Ekstern
- Dana Dana yang berasal dari masyarakat luas
c/: Giro (Demand Deposit)
Tabungan (Saving Deposit)
Deposito (Time Deposit)
- Dana yang bersumber dari lembaga lainnya
c/: Kredit Likuiditas Bank Indonesia
Pinjaman Antar Bank (call money),
Pinjaman dari bank-bank luar negeri
Surat Berharga Pasar Uang (SBPU),

MODAL
Modal Sendiri adalah sejumlah uang tunai yang telah
disetorkan pemilik.
Terdiri dari :
• Modal Inti
Merupakan modal disetor dan cadangan yang
dibetuk dari laba setelah pajak
c/: Modal disetor, Agio saham, cadangan umum, laba ditahan dll
• Modal Pelengkap
Merupakan cadangan yang tidak dibentuk dari laba
c/: Cad. revaluasi aktiva tetap, Cad. Penghapusan aktiva dll

SIMPANAN GIRO
• Menurut UU Perbankan No. 10 Tahun
1998, Giro adalah :
‘ simpanan yang penarikannya dapat
dilakukan setiap saat dengan menggunakan
cek, bilyet giro, sarana perintah
pembayaran lainnya atau dengan cara
pemindahbukuan.’
Jenis-jenis penarikan pada rekening giro:
– CEK (Cheque)
– BILYET GIRO (BG)
– Alat lainnya.

KETERANGAN
Tentang CEK
CEK merupakan surat perintah bayar tanpa syarat
dari nasabah kepada bank yang memelihara
rekening giro nasabah tersebut, untuk membayar
sejumlah uang kepada pihak yang disebutkan di
dalamnya atau kepada pemegang cek tersebut.
Syarat hukum dan penggunaan cek sebagai alat pembayaran
giral :
�� terdapat perkataan “CEK”
�� harus berisi perintah tak bersyarat untuk membayar
sejumlah uang tertentu
��nama bank yang harus membayar (tertarik)
�� penyambutan tanggal dan tempat cek dikeluarkan
�� tanda tangan penarik
KETERANGAN
Tentang CEK (Lanjutan …)
Syarat lainnya yang dapat ditetapkan oleh pihak bank,
antara lain :
�� tersedianya dana
�� ada materai yang cukup
�� jika ada coretan harus di ttg oleh pemberi cek
�� jumlah uang tertulis di angka dan huruf harus sama
�� memperlihatkan masa kadaluarsa cek (70 hari)
�� ttg dan stempel perusahaan harus sama dengan
contoh (specimen)
�� tidak diblokir pihak berwenang
�� resi cek sudah kembali
�� endorsment cek sempurna
�� rekening belum ditutup

KETERANGAN
Tentang CEK (Lanjutan …)
Ada beberapa jenis cek sesuai dengan saat
dikeluarkannya oleh si pemberi cek, yaitu:
– Cek atas nama, �� cek yang diterbitkan atas
nama orang atau badan tertentu
• C/: bayarkan kepada Tn. Roy Akase sejumlah
Rp. 3.000.000,-
– Cek atas unjuk, �� cek yang tidak tertulis nama
seseorang atau badan tertentu.
• C/: bayarkan tunai, atau cash atau tidak ditulis
kata-kata apapun

KETERANGAN
Tentang CEK (Lanjutan …)
– Cek silang �� Cek yang dipojok kiri atas diberi
dua tanda silang sehingga cek tersebut berfungsi
sebagai pemindahbukuan, bukan tunai.
– Cek mundur �� cek yang diberi tanggal mundur
dari tanggal sekarang.
• C/: tanggal hari ini 06 januari 2002 tapi tertulis
tanggal 10 Januari 2002
– Cek kosong �� cek yang dananya tidak tersedia
dan bank tidak memberikan fasilitas overdraft.

KETERANGAN
Tentang BG
BG merupakan surat perintah bayar dari
nasabah kepada bank yang memelihara
rekening giro nasabah untuk memindahkan
sejumlah uang dari rekening yang
bersangkutan kepada pihak penerima yang
disebutkan namanya pada bank sama atau
lain

KETERANGAN
Tentang BG (Lanjutan …)
Syarat hukum dan penggunaan cek sebagai alat
pembayaran giral :
�� terdapat nama BG dan nomor seri
�� harus berisi perintah tak bersyarat untuk
memindahbukukan sejumlah uang tertentu
��nama bank yang harus membayar (tertarik)
�� jumlah dana yang dipindahkan dalam angka & huruf
��nama pihak penerima
�� tanda tangan penarik atau cap perusahaan
�� Tanggal dan tempat penarikan
��nama bank yang menerima pemindahbukuan

PERBEDAAN
Antara CEK & BG
PERBEDAAN CEK & BG
• BG
– Atas nama
– Non tunai
– Alat pembindahbukuan
– Ada 2 tanggal
• CEK
– Atas nama / atau unjuk
– Tunai Alat pembayaran / penukar
– Hanya 1 tangga

SIMPANAN TABUNGAN
• Menurut UU Perbankan No. 10 Tahun
1998, Tabungan adalah :
‘Simpanan yang penarikannya dapat
dilakukan menurut syarat-syarat tertentu
yang disepakati, tetapi tidak dapat ditarik
dengan cek atau BG atau alat lainnya yang
dipersamakan.’

SIMPANAN DEPOSITO
• Menurut UU Perbankan No. 10 Tahun 1998,
Deposito adalah :
‘simpanan yang penarikannya hanya dapat
dilakukan pada waktu tertentu berdasarkan
perjanjian nasabah penyimpan dengan bank.’
• Jenis Deposito
- Deposito Berjangka
- Sertifikat Deposito
- Deposito On Call

PERHITUNGAN BUNGA
Metode Perhitungan bunga untuk Dana Pihak :
• Saldo Terendah
• Saldo Rata-rata
• Saldo Harian
Rumus bunga yang dihitung bulanan
Rumus bunga yang dihitung harian
12
Saldo * i%pa
Bunga =
365
Saldo * i%pa * hari
Bunga Σ
=

DEFINISI KREDIT
Menurut UU Perbankan No. 10 Tahun 1998, Kredit
adalah :
“penyediaan uang atau tagihan yang dapat
dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan
atau kesepakatan pinjam meminjam anata bank
dengan pihak lain yang mewajibkan pihak
peminjam melunasi utangnya setelah jangka waktu
tertentu dengan pemberian bunga”

 TUJUAN
PEMBERIAN KREDIT
3 tujuan bank memberikan kredit :
• mencari keuntungan
• membantu usaha nasabah
• membantu pemerintah
Hal-hal yang menjadi perhatian
• Kepercayaan
• Kesepakatan
• Jangka waktu
• Resiko
• Balas Jasa.

 JENIS-JENIS KREDIT
• Dilihat dari segi kegunaan
• Dilihat dari segi tujuan
• Dilihat dari segi jangka waktu
• Dilihat dari segi jaminan
• Dilihat dari segi sektor usaha/perekonomian

 JENIS KREDIT
DARI SEGI KEGUNAAN
1. Kredit Investasi
Merupakan kredit yang diberikan kepada
pengusaha yang melakukan investasi atau
penanaman modal
C:/ kredit untuk membangun pabrik
Kredit untuk membeli peralatan pabrik
2. Kredit modal kerja
Merupakan kredit yang digunakan sebagai modal
usaha
C/: kredit untuk membeli bahan baku
Kredit untuk membayar gaji karyawan
Kredit untuk proses produksi

 JENIS KREDIT
DARI SEGI TUJUAN
1. Kredit Perdagangan
Merupakan kredit yang diberikan kepada pedagang
dalam rangka melancarkan dan memperluas atau
memperbesar kegiatan perdagangannya
2. Kredit Produktif
Merupakan kredit yang dapat berupa investasi,
modal kerja atau perdagangan
3. Kredit Konsumtif
Merupakan kredit yang digunakan untuk keperluan
pribadi, seperti keperluan konsumsi (sandang
pangan papan)

 JENIS KREDIT
DARI SEGI JANGKA WAKTU
1. Kredit Jangka pendek
Merupakan kredit yang memiliki jangka waktu kurang
dari 1 tahun dan paling lama 1 tahun
2. Kredit Jangka menengah
Merupakan kredit yang memiliki jangka waktu antara 1
tahun sampai dengan 3 tahun
3. Kredit jangka panjang
Merupakan kredit yang masa pengembaliannya paling
lama diatas 3 tahun
Panjang atau pendeknya jangka waktu kredit juga harus
dilihat dari besar kecilnya jumlah kredit

 JENIS KREDIT
DARI SEGI JAMINAN
1. Kredit dengan jaminan
Merupakan kredit yang diberikan dengan suatu
jaminan berupa barang berwujud atau tidak
berwujud atau orang tertentu
2. Kredit tanpa jaminan
Merupakan kredit yang diberikan tanpa jaminan
barang atau orang tertentu, karena pihak bank
melihat loyalitas calon debitur.

 JENIS KREDIT NON TUNAI
(Noncash Loan)
Pada Prinsipnya terdapat 2 jenis kredit NonTunai
yang dapat diberikan bank, namun di sisi lain
dapat dianggap sebagai jasa bank
1. Bank Garansi
2. Letter Of Credit

 JENIS KREDIT
DARI SEGI SEKTOR USAHA
– Kredit pertanian
– Kredit pertambangan
– Kredit peternakan
– Kredit industri
– Kredit pendidikan
– Kredit Profesi
Hal 3 - 11 C’tive by Ticha
Perbankan ANALISIS KELAYAKAN KREDIT
5C
Analisa 5 C adalah :
• Character �� menilai sifat, atau watak dari calon
debitur
• Capacity �� kemampuan calon debitur
• Capital �� permodalan
• Collateral �� nilai jaminan baik fisik / non fisik
• Condition �� kondisi perekonomian.

ANALISIS KELAYAKAN KREDIT
7P
Analisa 7 P adalah :
• Personality �� sifat (kepribadian) dari calon
debitur
• Party �� modal, loyalitas dan karakternya
• Perpose �� tujuan mengambil kredit
• Prospek �� melihat usaha dimasa datang
• Payment �� pengembalian kreditnya
• Profitability �� kemampuan mencari keuntungan
• Protection �� jaminan perlindungan


PERHITUNGAN BUNGA
KREDIT
Metode perhitungan bunga kredit:
1. Flat Rate
Pembebanan bunga setiap bulan tetap dari jumlah
pinjamannya
2. Sliding Rate
Pembebanan bunga setiap bulan akan disesuaikan dengan
sisa pinjamannya
3. Floating Rate
Metode ini menetapkan besar kecilnya bunga kredit
dikaitkan dengan bunga yang berlaku di pasar uang

 RUMUS PERHITUNGAN
BUNGA KREDIT
Rumus bulanan
Rumus Harian
12
Pinjaman x i%pa
Bunga=
360
Pinjaman x i%pa x hari bln

JASA BANK
Jasa-jasa bank merupakan kegiatan perbankan yang
dilakukan oleh suatu bank untuk memperlancar
kegiatan menghimpun dana dan menyalurkan dana
Bank melaksanakan jasa ini tidak hanya untuk
menarik perhatian nasabah semata-mata, namun
juga untuk mencari keuntunagn yang disebut
dengan fee based

 JENIS JASA BANK
Pada bab ini akan dibahas tentang :
KIRIMAN UANG (transfer) KLIRING (clearing)
INKASO (Collection) SAFE DEPOSIT BOX
BANK CARD BANK NOTE
TRAVELLER CHEQUE LETTER OF CREDIT
(L/C)
BANK GARANSI
MENERIMA SETORAN-SETORAN
MELAKUKAN PEMBAYARAN

 TRANSFER
Transfer merupakan jasa pengiriman uang lewat
bank baik dalam kota, luar kota atau pun ke luar
negeri.
Sarana yang digunakan dalam jasa transfer ini
tergantung kemauan nasabah, dan hal tersebut
akan mempengaruhi kecepatan pengiriman dan
besar kecilnya biaya pengiriman

 KLIRING
Kliring merupakan jasa penyelesaian hutang piutang
antar bank dengan cara saling menyerahkan warkatwarkat
yang akan dikliringkan di lembaga kliring
Warkat-warkat kliring:
–cek
–bilyet giro
–wesel bank
–Surat bukti penerimaaan transfer
–Lalu lintas girat / nota kredit

 INKASO
Secara umum dapat dikatakan bahwa inkaso adalah
proses kliring antar kota, baik dalam negeri maupun
luar negeri.
Biasanya waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan
akan lebih lama
Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) ��
akhir tahun 2007

 SAFE DEPOSIT BOX
SDB merupakan jasa bank yang diberikan kepada
pada nasabah, yaitu berupa kotak untuk menyimpan
dokumen-dokumen atau benda benda berharganya

 BANK CARD
Bank card merupakan kartu plastik yang dikeluarkan
bank dan diberikan kepada nasabahnya untuk dapat
dipergunakan sebagai alat pembayaran di berbagai
tempat.
Dalam sistem kerja bank card terlihat ada 3 pihak
yang terlibat dalam prosesnya, yaitu:
• Bank sebagai penerbit dan pembayar
• Pedagang / merchant, sebagai tempat belanja
• Pemegang kartu / card holder, sebagai yang
berhak melakukan transaksi.

 BANK CARD…
Setiap jenis bank card memiliki keunggulan dan
kekurangan.
• Charge card,
• Credit card,
• Debit card,
• Smart card*,
• Private label card,

 BANK NOTE
Bank note merupakan uang kartal asing yang
dikeluarkan dan diterbitkan oleh bank di luar negeri.
Jual beli bank note merupakan transaksi antara
valuta yang dapat diterima pembayarannya dan
dapat diperjualbelikan dan diperdagangkan kembali
sesuai dengan nilai tukarnya
Bank note lemah (ITL, FRF, MYR)
Bank note kuat (USD, SGD, AUD, DEM, JPY).

 BANK NOTE…
Dalam transaksi jual beli bank note ada dua macam
kurs, yaitu kurs beli (buying rate) dan kurs jual
(selling rate).
• Kurs jual (selling rate) adalah saat bank
menjual atau nasabah membeli
• Kurs beli (buying rate) adalah saat bank
membeli atau nasabah menjual

 Contoh
BANK NOTE…
Contoh harga jual untuk USD adalah Rp 9850,- per USD.
Harga itu akan sama dengan harga beli untuk IDR yaitu
USD 1/9850 atau 0,000101 per IDR
Contoh harga beli untuk USD adalah Rp 9800,- per USD.
Harga terrsebut akan sama juga dengan kurs jual untuk
IDR yaitu USD 1/9800 per IDR
Dari uraian di atas dapat disimpulkan b ahwa :
Kurs jual USD = Kurs beli IDR
(Rp 9850/USD) (USD 0,0000101/IDR)
Kurs jual IDR = Kurs beli USD
(USD 0,0000102/IDR) (Rp 9800/USD)


 BANK NOTE
SPOT RATE …
Spot rate dapat diartikan sebagai kurs valas atau nilai
tukar valas yang berlaku setempat yang biasanya
berjangka waktu maksimal 2x 24 jam
Contoh, Jika yang berlaku adalah :
Kurs beli USD adalah : Rp 9800/USD
Kurs Jual USD adalah : Rp 9850/USD
Jika Tuan A membutuhkan USD 10.000 maka Tn A
harus membayar / membeli dengan harga :
USD10.000 x IDR 9850/USD = IDR 98.500.000,-

 BANK NOTE
CROS RATE …
Cros rate dapat diartikan kurs silang antar valas
Jika yang berlaku adalah :
Kurs beli USD adalah Rp 9065/USD
Kurs Jual USD adalah Rp 9140/USD
Kurs beli JPY adalah Rp 76,54/JPY
Kurs jual JPY adalah Rp 77,73/JPY

 BANK NOTE
CROS RATE (lanjutan…)
Spot cross rate JPY/USD untuk kurs beli notes:
•JPY/Rp x Rp/USD = JPY1/RP76,54 x Rp9065/1USD
= JPY 118,43 / USD
Spot cross rate JPY/USD untuk kurs jual notes:
•JPY/Rp x Rp/USD = JPY1/RP77,73 x Rp 9140/1USD
= JPY 117,59 / USD

TRAVELLER CHEQUE…,
Travellers cheque dikenal dengan nama cek
wisata atau cek perjalanan yang biasanya digunakan
oleh nasabah yang berpergian.
Cek Wisata ini biasanya diterbitkan dengan nominal
tertentu.
Keuntungan :
• memberikan kemudahan berbelanja
• mengurangi resiko kehilangan uang
• memberikan rasa percaya diri
• dapat dijadikan cederamata atau hadiah untuk relasi
• biasanya tidak ada biaya apapun

 BANK GARANSI
Bank Garansi adalah jaminan bank dalam penyelesaian
suatu proyek jika pelaksana (kontraktor)
ingkar/cedera janji.
Dengan adanya BG pemilik proyek mendapat
kepastian bahwa proyek akan berjalan sesuai
dengan perjanjian.

 MANFAAT BANK GARANSI
Manfaat Bank Garansi bagi Bank adalah :
- Penerimaan biaya administrasi (Provisi/komisi)
- Pengendapan dana StorJam yang merupakan
dana murah
- Memberikan pelayanan kepada nasabahnya
sehingga nasabah menjadi loyal kepada bank

 PROSES BANK GARANSI…
1. Terjadi perundingan rencana kerja proyek
2. Kontraktor mengajukan BG pada bank
3. Bank memberikan Sertifikat BG
4. Sertifikat diberikan pada pemilik proyek pada
saat Pemilik Proyek memberikan proyek pada
kontraktor
5. Bila kontraktor cedera janji maka pemilik proyek
dapat mencairkan sertifikat BG pada bank
6. Bank penjamin akan membayar sertifikat BG
pada pemilik proyek
7. Bila pekerjaan diselesaikan oleh kontraktor maka
sertifikat BG harus dikembalikan

 JENIS BANK GARANSI
Jenis Bank Garansi pada dasarnya disesuaikan
dengan tipe perjanjian dan fungsi penjaminan bank
garansi dalam perjanjian
1. BG Pembelian
•Diberikan kepada supplier sebagai jaminan
pembayaran atas pembelian oleh nasabah
2. BG Pita Cukai Tembakau
•Diberikan kepada kantor bea cukai sebagai jaminan
pembayaran cukai tembakau atas rokok
3. BG Penangguhan Bea Masuk
•Diberikan kepada kantor bea cukai sebagai jaminan
pembayaran bea masuk

 JENIS BANK GARANSI
(Lanjutan…)
4. BG Tender (Bid Bond)
•Diberikan kepada pemilik proyek untuk kepentingan
kontraktor untuk mengikuti tender
5. BG Pelaksanaan (Performance Bond)
•Diberikan kepada pemilik proyek untuk kepentingan
kontraktor guna menjamin pelaksanaan proyek
6. BG Uang Muka (Advance Payment Bond)
•Diberikan kepada pemilik proyek untuk kepentingan
kontraktor atas uang muka
7. BG Pemeliharaan (Retention Bond)
•Diberikan kepada pemilik proyek untuk kepentingan
kontraktor guna pemeliharaan proyek yang telah
diselesaikan

 LETTER OF CREDIT
(L/C)
L/C adalah jasa bank yang diberikan kepada
masyarakat (nasabah) untuk memperlancar arus
barang dalam kegiatan ekspor-impor
LC merupakan suatu pernyataan dari bank atas
permintaan nasabah (importir) untuk menyediakan
dan membayar sejumlah uang tertentu untuk
kepentingan pihak ketiga (eksportir).


 PROSES L/C …
1. Importir dan Eksportir mengadakan perjanjian
jual beli barang (Sales ContracT)
2. Importir mengajukan (membuka) L/C di Opening
Bank
3. Berdasarkan aplikasi, opening bank akan
meneruskan L/C ke Advising bank
4. L/C berikut dokumen diserahkan ke eksportir
5. Setelah menerima dokumen L/C, Eksportir
mengirim barang kepada Importir sesuai dengan
perjanjian

 PROSES L/C…
6. Bukti pengiriman barang diserahkan ke Advising
Bank
7. Setelah mempelajari dokumen, Advising bank
akan melakukan pembayaran
8. Advising bank meneruskan dokumen kepada
Opening bank untuk pembayaran
9. Opening bank akan meneruskan kepada importir
10. Importir akan melunasi atau mencicil (Kredit) l/C
yang telah disetujui.

n JENIS L/C
Jenis L/C
1. Revocable L/C �� dapat dibatalkan atau diubah
secara sepihak oleh opening
bank
2. Irrevocable L/C �� tidak dapat dirubah
3. Sight L/C �� pembayarannya langsung pada
saat dokumen diajukan
4. Usance L/C �� pembayarannya baru
dilakukan dengan tenggang
waktu tertentu
5. Restricted L/C �� pembayarannya banya
dibatasi kepada bank tt

 JENIS L/C …
6. Unrestricted L/C �� membebaskan negosiasi
batasan kepada bank
tertentu
7. Red Clause L/C �� pembayaran uang muka
sebagian atau seluruhnya
8. Transferable L/C �� dipindahkan sebagian atau
seluruh nilai L/C kepada satu
atau beberapa pihak
9. Revolving L/C �� dapat digukan berulang-ulang

 SETORAN-SETORAN
Jasa ini diutamakan untuk membantu nasabahnya
dalam melakukan setoran atau pembayaran lewat
bank.
Contohnya:
-pembayaran listrik,
-telpon,
-pajak,
-uang kuliah,
-rekening air
-setoran ONH

 PEMBAYARAN
Jasa ini termasuk jasa lain-lain yang juga disediakan
oleh bank, diantaranya
- pembayaran gaji,
- pensiun,
- bonus
- hadiah
- dll

DEFINISI KLIRING
Kliring adalah
perhitungan utang piutang antara para peserta
secara terpusat di satu tempat dengan cara
saling menyerahkan surat-surat berharga dan
surat-surat dagang yang telah ditetapkan untuk
dapat diperhitungkan dengan mudah dan aman,
serta untuk memperluas dan memperlancar
lalulintas pembayaran giral
Hal 5 - 3 C’tive by Ticha
Perbankan TUJUAN KLIRING
Tujuan dilaksanakan kliring oleh Bank Indonesia
antara lain :
1.memajukan dan memperlancar lalu lintas
pembayaran giral
2.perhitungan penyelesaian utang piutang dapat
dilakukan dengan lebih mudah, aman dan
efisien
3.salah satu pelayanan bank kepada nasabah
Hal 5 - 4 C’tive by Ticha
Perbankan WARKAT KLIRING
Warkat yang dikliring kan adalah :
–Cheque bank lain
–Bilyet Giro bank lain
–Surat perintah bayar lain
–Penerbitan wesel
Kesemua warkat dinyatakan dalam mata uang
rupiah dan bernilai nominal penuh
Hal 5 - 5 C’tive by Ticha
Perbankan PESERTA KLIRING
Ada dua macam penyertaan dalam kliring, yaitu:
• Penyertaan langsung, yaitu perhitungan warkat
secara langsung dalam pertemuan kliring
• Penyertaan tidak langsung, yaitu perhitungan
warkat dalam pertemuan kliring oleh suatu kantor
bank melalui kantor pusat atau melalui cabang
lain.
Hal 5 - 6 C’tive by Ticha
Perbankan ISTILAH DALAM KLIRING
Terdapat beberapa istilah yang perlu diperhatikan :
• Tolakan kliring, �� tolakan atas warkat
• Postdated Cheque, �� tanggal Cek/BG belum
jatuh tempo (Titipan)
• Cross Clearing, �� Penarikan cek melalui kliring
atas beban dana yang diharapkan akan diterima
penarik dari setoran cek bank lain
• Call Money, �� pinjaman bagi bank yang kalah
kliring (maks 7 hr).
METERI SIP-5 2
Hal 5 - 7 C’tive by Ticha
Perbankan PROSEDUR KLIRING
Proses penyelesaian warkat-warkat kliring di lembaga
kliring (dilihat dari sisi bank)
•Kliring Keluar, membawa warkat kliring ke lembaga
kliring (Nota debet/kredit keluar)
•Kliring Masuk, menerima warkat kliring dari lembaga
kliring (Nota debet/kredit masuk)
•Pengembalian Kliring, pengembalian warkat yang
tidak memenuhi syarat yang
telah ditentukan.
Hal 5 - 8 C’tive by Ticha
Perbankan PROSEDUR
SETORAN KLIRING
Asumsi : Tn B melakukan setoran dengan Cek
(Setoran Kliring) di Bank ‘XYZ’
Tn A (Nas. Giro)
Bank ‘ABC’
JKT
Tn B (Nas. Giro)
Bank ‘XYZ’
JKT
2
1
Lemb. Kliring
(BI) JKT
3
5 6
4
Hal 5 - 9 C’tive by Ticha
Perbankan PROS. SK
(Lanjutan…)
Alur Kliring
1. Tn. A bertransaksi dengan Tn B
2. Tn. A memberikan Cek pada Tn B
3. Tn. B sebagai nasabah Bank ‘XYZ’ melakukan setoran
kliring di Bank ‘XYZ’ dan Bank ‘XYZ’ mengirimkan
Warkat (Nota Debet �� ND Keluar) kepada Lembaga
Kliring
4. Lembaga Kliring akan meneruskan Warkat kepada Bank
‘ABC’ (Nota Debet �� ND Masuk)
5. Setelah proses pengecekan dan cek dinyatakan syah,
maka dilakukan di informasikan (kliring retur )kepada
Lembaga kliring untuk mendebet rekening Bank ‘ABC’ di
BI dan di kredit ke rekening Bank ‘XYZ’
6. Penyampaikan hasil kliring kepada Bank ‘XYZ’ dan pihak
Bank akan mengkredit rekening Tn B
Hal 5 - 10 C’tive by Ticha
Perbankan PROSEDUR
KIRIMAN MELALUI KLIRING
Asumsi : Tn A dari Bank ‘ABC’ melakukan setoran
untuk pengiriman uang ke Tn B di Bank XYZ
Tn A (Nas. Giro)
Bank ‘ABC’
JKT
Tn B (Nas. Giro)
Bank ‘XYZ’
JKT
2
1
Lemb. Kliring
(BI) JKT 3
Hal 5 - 11 C’tive by Ticha
Perbankan PROS. KIRIMAN KLIRING
(Lanjutan…)
Alur Kliring
1. Tn. A berencana mengirim uang ke Tn B
2. Tn. A melakukan transaksi pengiriman uang di
Bank ‘ABC’ dan mengirimkan Warkat (Nota
Kredit �� NK Keluar) kepada Lembaga Kliring
3. Lembaga Kliring akan meneruskan Warkat
kepada Bank ‘ABC’ (Nota Kredit �� NK Masuk)
Hal 5 - 12 C’tive by Ticha
Perbankan PROSEDUR KLIRING
(Lanjutan…)
Warkat kliring yang diserahkan meliputi :
• Nota Debet Keluar, �� menambah
• Nota Kredit Keluar, �� mengurangi
Sementara itu warkat yang akan diterima meliputi :
• Nota Debet Masuk, �� mengurangi
• Nota Kredit Masuk, �� menambah
METERI SIP-5 3
Hal 5 - 13 C’tive by Ticha
Perbankan PROSEDUR KLIRING
(Lanjutan…)
Gambaran perhitungan Kliring
ND Keluar ( +)
ND Masuk ( - )
NK Keluar ( - )
NK Masuk (+) +
(+/-) �� Jika (+) maka menang Kliring
�� Jika (-) maka kalah kliring
Hal 5 - 14 C’tive by Ticha
Perbankan PROSEDUR KLIRING
(Lanjutan…)
Setelah proses kliring berjalan, pada sore hari
masing-masing bank akan membuat perhitungan
kliring untuk mengetahui apakah bank tersebut
menang atau kalah kliring.
• Bank yang menang kliring adalah bank yang
jumlah warkat tagihan warkat kliring melebihi
pembayaran warkat kliringnya.
• Bank yang kalah kliring justru sebaiknya, dimana
pembayaran warkat kliring lebih besar dari warkat
tagihan.
Hal 5 - 15 C’tive by Ticha
Perbankan TOLAKAN KLIRING
Beberapa alasan penolakan kliring:
• Asal Cek atau BG salah
• Tanggal Cek atau BG belum jatuh tempo
• Materai tidak ada atau tidak cukup
• Jumlah yang tertulis dalam angka dan huruf
berbeda.
• Tanda tangan dan atau cap perusahaan tidak
sama dengan spicemen, atau juga bisa tidak
lengkap
• Coretan atau perubahan tidak ditandatangani
• Cek atau BG telah kedaluarsa (lewat dari 70
hari)
Hal 5 - 16 C’tive by Ticha
Perbankan TOLAKAN KLIRING
(lanjutan…)
• Resi cek belum kembali
• Endosment cek tidak benar, artinya
pemindahtanganan antar nasabah dalam cek
tidak benar atau tidak memenuhi syarat
• Rekening sudah dituutp
• Dibatalkan oleh penarik dalam hal ini yang
memiliki rekening yang menerbitkan cek atau BG
• Rekening di blokir oleh yang berwenang
• Kondisi Cek atau BG tidak sempurna

LATAR BELAKANG
• Pertumbuhan jumlah bank swasta nasional yang
sangat cepat mulai tahun 1980an
• Peran sektor perbankan dalam memobilisasikan
dana masyarakat mengalami peningkatan yang
sangat besar.
• Prinsip kehati-hatian (Prudence) di abaikan.
Hal 6 - 3 C’tive by Ticha
Perbankan TUJUAN
Arsitektur Perbankan Indonesia (API) mulai
diterapkan pada tahun 2004 dengan tujuan untuk
memperkuat fundamental industri perbankan di
Indonesia.
API merupakan suatu kerangka dasar
pengembangan sistem perbankan Indonesia yang
bersifat menyeluruh untuk rentang waktu 5 s/d 10
mendatang.
API diharapkan dapat memberikan arah, bentuk dan
tatanan industri perbankan
Hal 6 - 4 C’tive by Ticha
Perbankan VISI API
Visi dalam API adalah :
• Menciptakan sistem perbankan yang
sehat, kuat dan efisien
• Menciptakan kestabilan sistem keuangan
• Mendorong pertumbuhan ekonomi
nasional
Hal 6 - 5 C’tive by Ticha
Perbankan
Deregulasi Perbankan
Mulai 1980an
Kebutuhan stabilitas
keuangan internasional
SISTEMATIKA API
Krisis Ekonomi
Mulai 1997an
Based Committee
Sistem perbankan
yang sehat, kuat
dan efisien
API
Kestabilan system
keuangan
Pertumbuhan ekonomi
nasional
Basel Prinsiples
1997
Upaya Penyehatan
Perbankan Nasional
Hal 6 - 6 C’tive by Ticha
Perbankan SASARAN API
Dalam usaha mencapai visi API, BI menetapkan
beberapa sasaran yang dirumuskan sebagai enam
pilar API.
Sasaran tersebut adalah :
1. struktur perbankan domestik yang sehat, mampu
memenuhi kebutuhan masyarakat, dan mendorong
pembangunan ekonomi nasional
2. sistem pengaturan dan pengawasan bank yang efektif
sesuai standar internasional
MATERI SIP-6 2
Hal 6 - 7 C’tive by Ticha
Perbankan SASARAN API …
3. industri perbankan yang kuat dan berdaya saing
tinggi serta memiliki ketahanan menghadapi ririko
4. Good corporate governance dalam kondisi internal
perbankan nasional
5. infrastruktur lengkap untuk terciptanya industri
perbankan yang sehat
6. perlindungan konsumen
Hal 6 - 8 C’tive by Ticha
Perbankan 6 Pilar API
Sistem perbankan sehat, kuat dan efisien guna menciptakan
kestabilan system keuangan dalam rangka membantu mendorong
pertumbuhan ekonomi nasional
Pilar 1 Pilar 2 Pilar 3 Pilar 4 Pilar 5 Pilar 6
Struktur
perbankan
yang sehat
Sistem
Pengaturan
efektif
P’awasan
independe
n& efektif
Industri
perbankan
yg kuat
Infrastruktu
Pendukung
yang
mencukupi
Perlindung
an
konsumen
(Nasabah)
Hal 6 - 9 C’tive by Ticha
Perbankan TANTANGAN
BAGI PERBANKAN
Tantangan bagi dunia perbankan :
• Pertumbuhan kredit perbankan yang masih
rendah
• Struktur perbankan yang belum stabil
• Pemenuhan kebutuhan layanan perbankan yang
masih kurang
• pengawasan bank yang masih perlu ditingkatkan
Hal 6 - 10 C’tive by Ticha
Perbankan TANTANGAN…
• Kapabilitas perbankan yang masih lemah
• Profitabilitas dan efisiensi bank yang tidak
mampu bertahan
• Perlindungan nasabah yang masih harus
ditingkatkan
• Perkembangan teknologi informasi
Hal 6 - 11 C’tive by Ticha
Perbankan TAHAP PILAR 1
Program penguatan struktur perbankan nasional
c. Mempertahankan persyaratan modal disetor 2004 – 2010
minimum Rp 3 Triliun untuk pendirian bank
umum konvensional sampai dengan 1 Januari
2011
b. Meningkatkan persyaratan modal inti minimum - 2010
bagi bank umum konvensional maupun
syariah (termasuk BPD) menjadi Rp 80 miliar
a. Meningkatkan persyaratan modal inti minimum - 2007
bagi bank umum konvensional maupun
syariah (termasuk BPD) menjadi Rp 80 miliar
1 Memperkuat permodalan bank
Periode
pelaksanaan
No Kegiatan (Pilar 1)
Hal 6 - 12 C’tive by Ticha
Perbankan TAHAP PILAR 1…
Program penguatan struktur perbankan nasional
f. Mempercepat batas waktu pemenuhan 2008
persyaratan minimum modal disetor BPR yang
semula tahun 2010 menjadi tahun 2008
e. Menetapkan persyaratan modal sebesar Rp 500 2006
miliar bagi bank umum syariah yang berasal
dari spin off Unit Usaha Syariah
d. Menetapkan persyaratan modal disetor 2005
minimum Rp 1 Triliun untuk pendirian bank
umum syariah
MATERI SIP-6 3
Hal 6 - 13 C’tive by Ticha
Perbankan TAHAP PILAR 1…
Program penguatan struktur perbankan nasional
e. Memfasilitasi pembentukan fasilitas jasa 2006 - 2007
bersama untuk BPR dan BPRS
d. Mempermudah pembukaan kantor cab BPR 2004 – 2006
dan BPRS bagi yg tlh memenuhi persyaratan
c. Mendorong pendirian BPR & BPRS di pulau 2006 – 2007
Jawa dan Bali
b. Implementasi prog aliansi strategis lembaga 2007
keuangan syariah dgn BPRS melalui kemitraan
strategis dalam rangka pengembangan UMKM
a.Meningkatkan linkege program antara bank 2007
umum dengan BPR
Memperkuat daya saing BPR dan
kelembagaan BPR dan BPRS
2
Hal 6 - 14 C’tive by Ticha
Perbankan TAHAP PILAR 1…
Program penguatan struktur perbankan nasional
d. Mendorong bank syariah untuk meningkatkan 2010
porsi pembiayaan berbasis bagi hasil
c. Meningkatkan akses pembiayaan syariah bagi 2010
UMKM dengan pengembangan skema jaminan
bagi pembiayaan syariah
b. Mendorong perbankan untuk meningkatkan 2004 – 2009
pembiayaan kepada UMKM khususnya bagi
masyaraat yang berpenghasilan rendah dan di
daerah pedesaan
a.Memfasilitasi pembentukan dan monitoring skim 2004 – 2007
penjaminan kredit dan pembiayaan
Meningkatkan akses kredit dan pembiayaan
UMKM
3
Hal 6 - 15 C’tive by Ticha
Perbankan TAHAP PILAR 2
Program peningkatan kualitas pengaturan perbankan
c. Memfasilitasi pembentukan lembaga riset 2006
perbankan di daerah tertentu maupun pusat
b. Membentuk panel ahli perbankan 2004
a.Melibatkan pihak II dalam setiap pembuatan 2004
kebijakan perbankan
Memformalkan proses sindikasi dalam
menyusun kebijakan perbankan
1
Periode
pelaksanaan
No Kegiatan (Pilar 2)
Hal 6 - 16 C’tive by Ticha
Perbankan TAHAP PILAR 2…
Program peningkatan kualitas pengaturan perbankan
c. Islamic financial service board (IFSB) bagi 2005 – 2011
bank syariah
b. Basel II Mulai 2008
a.25 basel core principles for effective banking 2004 – 2013
sipervisor
Implementasi secara bertahap
International best practices
2
Hal 6 - 17 C’tive by Ticha
Perbankan TAHAP PILAR 3
Program peningkatan fungsi pengawasan
a.Menyempurnakan High Level Organization 2004 – 2006
Structur (HLOS) Sektor perbankan Bank
Indonesia
Melakukan reorganisasi sektor perbankan
di BI
2
a.Membuat MOU dengan lembaga pengawas 2004 – 2006
lembaga keuangan lain dalam rangka
peningkatan efektifitas pelaksanaan pengawasan
bank (kerjasama secara regular)
Meningkatkan koordinasi dengan lembaga
pengawas lain
1
Periode
pelaksanaan
No Kegiatan (Pilar 3)
Hal 6 - 18 C’tive by Ticha
Perbankan TAHAP PILAR 3…
Program peningkatan fungsi pengawasan
c. Mengkonsolidasikan Direktorat Pengawasan BPR 2006 – 2007
dan Biro Kredit di Bank Indonesia termasuk
mengalihkan tugas
• Penelitian dan pengembangan UMKM dari Biro
Kredit ke Direktorat Pengawasan BPR
• Pemeriksaan kredit dari Biro Kredit ke Unit
Khusus Penyelesaian Aset
b. Mengkonsolidasikan satker pengawasan dan 2004 – 2006
pemeriksaan termasuk pembentukan Pooling
Spesialis
MATERI SIP-6 4
Hal 6 - 19 C’tive by Ticha
Perbankan TAHAP PILAR 3…
Program peningkatan fungsi pengawasan
e. Menyempurnakan organisasi Direktorat 2005 - 2006
Perbankan Syariah
d. Penyempurnaan organisasi Derektorat 2005 – 2006
Pengawasan BPR (PBPR) untuk mengakomodasi
pengalihan fungsi penjaminan BPR ke Lembaga
Penjamin Simpanan serta pemindahan fungsi
perisinan BPR baru dan fungsi penelitian dan
pengaturan ke satuan kerja lain di BI
Hal 6 - 20 C’tive by Ticha
Perbankan TAHAP PILAR 3…
Program peningkatan fungsi pengawasan
e. Menyempuranaan manajemen dokumen 2005 – 2006
pengawasan bank
d. Menyempuranaan sistem pelaporan BPR 2005 – 2007
c. Menyempuranakan IT pengawasan Bank 2005 – 2006
b. Penyiapan SDM Pengawas Spesialis 2006
a.Meningkatkan kempetensi pengawas bank 2004 – 2005
umum dan BPR lain konvensional maupun syariah
antara lain melalui program sertifikasi dan
attachmen di lembaga pengawas internasional
Menyempurankan Infrastruktur Pendukung
Pengawasan Bank
3
Hal 6 - 21 C’tive by Ticha
Perbankan TAHAP PILAR 3…
Program peningkatan fungsi pengawasan
c. Meningkatkan perlindungan hukum bagi 2006
pengawas bank
b. Meningkatkan transparansi pengawasan dalam 2006
mendukung efektifitas enforcement
a.Menyempurnakan proses investigasi kejahatan 2004 – 2005
perbankan
5 Meningkatkan efektivitas enforcement
Menyempurnakan pedoman dan alat bantu 2004 – 2006
pengawasan dalam mendukung implementasi
pengawasan berbasis risiko bank umum
konvensional dan syariah
Menyempurnakan implementasi sistem
pengawasan berbasis risiko
4
Hal 6 - 22 C’tive by Ticha
Perbankan TAHAP PILAR 4
Program peningkatan kualitas manajemen dan
operasional perbankan
c. Mendorong bank untuk go publlic 2004 - 2007
b. Mewajibkan bank untuk melakukan self 2007
assessment pelaksanaan GCG
a. Menetapkan minimum standar GCG untuk 2004 – 2007
bank umum konvensional dan syariah
1 Mengkatkan Good Corporate Govermance
Periode
pelaksanaan
No Kegiatan (Pilar 4)
Hal 6 - 23 C’tive by Ticha
Perbankan TAHAP PILAR 4…
Program peningkatan kualitas manajemen dan
operasional perbankan
b. Meningkatkan kualitas dan standar SDM 2005 – 2008
BPR dan BPRS a.l. melalui program
sertifikasi profesional bagi pengurus BPR
dan BPRS
a.Mempersayaratkan sertifikasi manajer risiko 2004 – 2007
bank umum konvensional dan syariah
Meningkatkan kualitas manajemen risiko
perbankan
2
Hal 6 - 24 C’tive by Ticha
Perbankan TAHAP PILAR 4…
Program peningkatan kualitas manajemen dan
operasional perbankan
b. Memfasilitasi kebutuhan pendidikan dalam 2006 – 2008
rangka peningkatan operasional bank
a. Mendorong bank-bank untuk melakukan 2006 – 2008
sharing penggunaan fasilitas operasional guna
menekan biaya
Meningkatkan kemampuan operasional
bank
3
MATERI SIP-6 5
Hal 6 - 25 C’tive by Ticha
Perbankan TAHAP PILAR 5
Program pengembangan infrastruktur perbankan
b. Mengembangkan sistem informasi debitur 2006 – 2008
untuk Lembaga Keuangan Non bank
a. Melakukan pembentukan credit bureau (Biro 2004 – 2005
Kredit)
1 Mengembangkan Kredit Bireau (Biro Kredit)
Periode
pelaksanaan
No Kegiatan (Pilar 5)
Hal 6 - 26 C’tive by Ticha
Perbankan TAHAP PILAR 5…
Program pengembangan infrastruktur perbankan
a. Meningkatkan peran lembaga fatwa syariah dan 2004 – 2010
lembaga arbitrase syariah sebagai bagian dari
upaya peningkatan kepatuhan bank syariah
terhadap prinsip-prinsip syariah
Meningkatan peran lembaga fatwa dan
lembaga arbitrase syariah
3
b. Menyusun peraturan yang berkaitan dengan 2006 – 2010
instrumen pasar keuangan syariah
a. Menyusun dan menyempurnakan peraturan pasar 2006 – 2010
keuangan syariah
Mendorong pengembangan pasar keuangan
syariah (Islamic Financial Market)
2
Hal 6 - 27 C’tive by Ticha
Perbankan TAHAP PILAR 6
Program peningkatan perlindungan nasabah
b. Memfasilitasi pendirian lembaga mediasi 2004 – 2008
perbankan
2 Membentuk lembaga mediasi independen
b. Memantau dan mengevaluasi pelaksanaan 2006 – 2010
ketentuan yang mengatur mekanisme
pengaduan nasabah
a. Menetapkan persyaratan minimum mekanisme 2004 – 2005
pengaduan nasabah
Menyusun standar mekanisme pengaduan
nasabah
1
Periode
pelaksanaan
No Kegiatan (Pilar 6)
Hal 6 - 28 C’tive by Ticha
Perbankan TAHAP PILAR 6…
Program peningkatan perlindungan nasabah
b. Meningkatkan efektifitas kegiatan edukasi Mulai 2004
masyarakat mengenai perbankan syariah melalui
Pusat Komunikasi Ekonomi Syariah (PKSE)
a. Mendorong bank utk melakukan edukasi kepada Mulai 2004
nasabah mengenai produk-produk finansial
4 Mempromosikan edukasi untuk nasabah
b. Memantau dan mengevaluasi pelaksanaan 2006 – 2010
ketentuan yang mengatur transparansi informasi
produk bank
a. Memfasilitasi penyusunan standar minimum 2004 – 2005
transparansi informasi produk bank
3 Menyusun transparansi informasi produk

SEJARAH
Bank Indonesia (BI) berasal dari De Javasche Bank
N.V yang merup[akan Bank pemerintah Belanda
yang didirikan pada tanggal 10 Oktober 1827
Tanggal 6 Desember 1951 dinasionalisir pemerintah
Republik Indonesia dengan UU. 24 tahun 1951
Hal 3 - 3 C’tive by Ticha
Perbankan SEJARAH…
Dengan Penetapan Presiden No 17 tahun 1965, BI
bersama Bank Koperasi Tani dan Nelayan, bank
Negara Indonesia dan Bank Tabungan Negara
dilebur menjadi Bank Negara Indonesia
BNI Unit 1 �� Bank Sirkulasi, Bank Sentral dan Bank
Umum
Bank Sentral dikukuhkan dengan UU No 13 1968 di
perkuat dengan UU No 23 tahun 1999
Hal 3 - 4 C’tive by Ticha
Perbankan
Bank Sentral
merupakan bank yang mengatur berbagai
kegiatan yang berkaitan dengan dunia
perbankan dan dunia keuangan di suatu negara.
Bank Sentral berpusat di Ibu Kota Negara, Jakarta,
dan dibantu dengan Kantor Cabang diseluruh
wilayah Indonesia (biasanya Ibu kota propinsi)
Hal 3 - 5 C’tive by Ticha
Perbankan TUGAS BANK SENTRAL
Tujuan utama BI sebagai Bank Sentral adalah
mencapai dan memelihara kestabilan nilai
rupiah, dengan menetapkan dan
melaksanakan kebijakan moneter, mengatur
dan menjaga kelancaran system devisa serta
mengatur dan mengawasi bank
Tugas BI sebagai Bank Sentral adalah
• Menetapkan dan melaksanakan kebijakan
moneter
• Mengatur dan menjaga kelancaran sistem
pembayaran
• Mengatur dan mengawasi bank
Hal 3 - 6 C’tive by Ticha
Perbankan FUNGSI BANK SENTRAL
Fungsi BI selain sebagai bank Sentral adalah
sebagai:
• Bank sirkulasi
�� mengatur peredaran keuangan suatu
negara.
• Bank to bank
�� mengatur perbankan di suatu negara
• Lender of the last resort
�� sebagai tempat peminjaman yang terakhir
MATERI SIP-7 2
Hal 3 - 7 C’tive by Ticha
Perbankan STATUS & MODAL BI
BI adalah Bank Sentral Republik Indonesia yang
Independen kecuali untuk hal-hal tertentu dalam UU
Modal BI ditetapkan sekurang-kurangnya 2 Triliun
Hal 3 - 8 C’tive by Ticha
Perbankan TUGAS BI …
1. menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter
a. Menetapkan sasaran moneter
b. Melakukan pengendalian moneter
c. Memberikan kredit atau pembiayaan berdasarkan
prinsip syariah (Maks 90 hari)
d. Melaksanakan kebijakan nilai tukar
e. Mengelola cadangan devisa
f. Menyelenggarakan survei (Mikro dan makro)
Hal 3 - 9 C’tive by Ticha
Perbankan TUGAS BI …
2. Mengatur dan menjaga kelancaran sistem
perbayaran
a. Melaksanakan dan memberikan persetujuan dan izin atas
jasa sistem pembayaran
b. Menyampaikan penyelenggara jasa sistem pembayaran
untuk menyampaikan laporan
c. Menetapkan penggunaan alat pembayaran
d. Mengatur sistem kliring antar bank
e. Menyelenggarakan penyelesaian akhir transaksi
pembayaran antar bank
f. Menetapkan macam, harga, ciri, bahan yang digunakan
dan tanggal mulai berlaku alat pembayaran
g. Mengeluarkan, mengedarkan, mencabut, manarik dan
memusnahkan uang rupiah
Hal 3 - 10 C’tive by Ticha
Perbankan TUGAS BI …
3. mengatur dan mengawasi bank
a. Menetapkan ketentuan-ketentuan perbankan
yang memuat prinsip-prinsip kehati-hatian
b. Memberikan dan mencabut izin usaha bank
c. Memberikan izin pembukaan, penutupan dan
pemindahan kantor bank
d. Memberikan persetujuan atas kepemikan dan
kepengurusan bank
e. Memberikan izin kepada bank untuk menjalankan
kegiatan usaha tertentu
f. Mewajibkan bank untuk menyampaikan laporan
Hal 3 - 11 C’tive by Ticha
Perbankan TUGAS BI …
3. mengatur dan mengawasi bank…
g. Melakukan pemeriksaan terhadap bank
h. Memerintahkan bank untuk menhentikan
sementara sebagian atau seluruh kegiatan
transaksi karena suatu hal
i. Mengatur dan mengembangkan informasi antar
bank
j. Mengambil terhadap suatu bank (dalam kondisi
membahayakan)
k. Mengawasi bank dilaksankan oleh lembaga
pengawasan sektor keuangan yang independen
dan dibentuk dengan UUu Hal 3 - 12 C’tive by Ticha
Perbankan HUBUNGAN BI
DENGAN PEMERINTAH
Menurut UU no 23 tahun 1999 hubungan BI dengan
Pemerintah adalah :
a. Bertindak sebagai pemegang kas Pemerintah
b. Mengelola pinjaman luar Negeri
c. Memberi pandapat kepada pemerintah tentang
masalah ekonomi, perbankan dan keuangan
d. Memberi pendapat dan pertimbangan RAPBN
MATERI SIP-7 3
Hal 3 - 13 C’tive by Ticha
Perbankan HUBUNGAN BI
DENGAN PEMERINTAH…
e. Melakukan konsultasi atas surat berharga
yang diterbitkan pemerintah
f. Membantu menerbitkan surat-surat hutang
negara yang diterbitkan Pemerintah
g. Dilarang memberikan pinjaman kepada
pemerintah
Hal 3 - 14 C’tive by Ticha
Perbankan HUBUNGAN BI
DENGAN DUNIA LUAR
Dalam hubungan BI dengan Dunia Internasional
maka BI :
a. Dapat melakukan kerja sama dengan
a.Bank Sentral negara lain
b.Organisasi dan Lembaga Internasional
b. Dapat bertindak untuk dan atas nama negara
RI sebagai anggota

JENIS-JENIS DANA
Total dana yang tersedia terdiri dari 2 jenis,
- Unloanable Fund
�� Reserved Requirement
�� Uang Kas
�� Cadangan Operasional
- Loanable Fund.
�� Idle fund
�� Operating fund
Hal 8 - 3 C’tive by Ticha
Perbankan
Idle Fund �� adalah dana yang masih menganggur
atau belum digunakan pada alokasi
yang produktif bagi Bank
Operable Fund �� adalah dana yang sudah
dioperasikan oleh Bank terutama
dalam bentuk kredit yang
diberikan pada debitur
Bank selalu berusaha meminimalkan idle fund atau
memperbesar operable fund untuk keuntungan
yang optimal
Hal 8 - 4 C’tive by Ticha
Perbankan
Klasifikasi penggunaan dana ini sangat diperlukan
untuk menghitung biaya dana yang harus
dikeluarkan Bank (Cost of Fund)
Prinsip penggunaan dana tersebut adalah:
Sumber dana jangka pendek �� untuk investasi
jangka pendek
Sumber dana jangka panjang �� untuk investasi
jangka panjang
Hal 8 - 5 C’tive by Ticha
Perbankan KOMPONEN YANG
MEMPENGARUHI SUKU BUNGA KREDIT
1. Total Biaya Dana (Cosh Of Fund)
Merupakan biaya untuk memperoleh simpanan setelah
ditambah dengan cadangan wajib (RR) yang ditetapkan
pemerintah.
2. Laba yang diinginkan
Menentukan besarnya laba juga sangat mempengaruhi
besarnya suku bunga kredit. Dalam hal ini biasanya
bank melihat kondisi pesaing dan juga kondisi nasabah
(usaha kecil atau besar)
Hal 8 - 6 C’tive by Ticha
Perbankan Komponen…
3. Cadangan Resiko kresit macet
Merupakan cadangan terhadap kredit yang macet atas
akibat dari suatu hal baik disengaja maupun tidak
disengaja.
4. Biaya Operasi
Merupakan biaya yang dikeluarkan oleh bank dalam
rangka melaksanakan kegiatan operasinya.
5. Pajak
Merupakan pajak yang dibebankan oleh pemerintah
kepada bank yang memberikan fasiltas kredit kepada
nasabahnya.
MATERI SIP 8 2
Hal 8 - 7 C’tive by Ticha
Perbankan
Perhitungan biaya dana tersebut secara umum
terdiri dari 4 cara :
1. Cost of Mixed Fund (COF)
2. Cost of Money (COM)
PERHITUNGAN COST OF FUND
100%
SD TD DD OF
TIP DP
COF ×
+ + +
+
=
100%
SD TD DD OF
TIP DP Overhead cost
COF ×
+ + +
+ +
=
Hal 8 - 8 C’tive by Ticha
Perbankan
3. Cost of Loanable Fund (COL)
4. Cost of Operable Fund (COP)
Perhitungan ...
100%
SD TD DD OF UF
TIP DP
COF ×
+ + + −
+
=
100%
SD TD DD OF (UF IF)
TIP DP
COF ×
+ + + − +
+
=
Hal 8 - 9 C’tive by Ticha
Perbankan
Dimana diketahui bahwa
TIP �� Total Interest Paid (Total Biaya Bunga)
DP �� Deviden Paid (Deviden saham yang dibayarkan)
SD �� Saving Deposits (Tabungan)
TD ��Time Deposits (Deposito)
DD ��Demand Deposits (Giro)
OF �� Other Fund (termasuk modal)
UF �� Unloanable Fund
IF �� Idle Fund
Perhitungan ...
Hal 8 - 10 C’tive by Ticha
Perbankan ANALISIS PERHITUNGAN
Nilai COF relatif paling lebih rendah, karena yaitu hanya
memperhitungkan biaya bunga saja dan tanpa
memperhatikan klasifikasi penggunaan dananya.
Nilai COM, nilai yang lebih besar karena membebankan
biaya overhead (biaya operasional, gaji karyawan, dan
biaya lain) pada biaya dana atau dengan kata lain biaya
overhead akan dibebankan kepada nasabah yang meminta
kredit (debitur)
COL dan COP nilainya relatif lebih tinggi karena beban
dana unloanable fund atau idle money dibebankan kepada
nasabah debitur.
Hal 8 - 11 C’tive by Ticha
Perbankan STRATEGI HARGA PRODUK
Penetapan strategi harga produk perbankan secara umum
memperhitungkan biaya bunga yang harus dikeluarkan
dengan tingkat profit marjin yang ditetapan .
Dapat dirumuskan secara matematis :
Harga = Biaya bunga + Profit Margin


ANALISIS RASIO LIKUIDITAS
�� Analisis yang dilakukan terhadap kemampuan bank
dalam memenuhi kewajiban-kewajiban jangka pendek
atau kewajiban yang sudah jatuh tempo.
�� Rasio Likuiditas yg sering digunakan untuk menilai
kinerja suatu bank antara lain:
a. Cash Ratio ( CR )
b. Reserve Requirement ( RR )
c. Loan to deposit ratio ( LDR )
d. Loan to asset ratio ( LAR )
e. Rasio kewajiban bersih Call Money ( NCM )
Hal 9 - 4 C’tive by Ticha
Perbankan
CASH RATIO
• Untuk mengukur kemampuan bank dalam membayar
kembali simpanan nasabah pada saat ditarik dengan
menggunakan alat-alat likuid yang dimilikinya.
• RUMUS
CR = Alat likuid x 100%
kewajiban yang harus segera dibayar
• Alat Likuid :
Uang Kas di Bank dan Rekening giro yang disimpan di
Bank Indonesia.
Hal 9 - 5 C’tive by Ticha
Perbankan
RESERVE REQUIREMENT
(LIKUIDITAS WAJIB MINIMUM)
• Merupakan ketentuan bagi setiap bank umum untuk
menyisihkan sebagian dari dana pihak ketiga yang
berhasil dihimpunnya dalam bentuk giro wajib
minimum yang berupa rekening giro bank yang
bersangkutan pada Bank Indonesia.
• Besarnya RR telah mengalami perubahan dari 2%, 3%
dan terakhir sejak tahun 1997 sebesar 5%.
• Komponen dana pihak ketiga terdiri dari :
�� Giro,
�� Deposito berjangka
�� Sertifikat deposito
�� Tabungan
�� Kewajiban Jangka Pendek Lainnya
Hal 9 - 6 C’tive by Ticha
Perbankan
LOAN TO DEPOSIT RATIO
• Menyatakan seberapa jauh kemampuan bank dalam
membayar kembali penarikan dana yang dilakukan
nasabah dengan mengandalkan kredit yang diberikan
sebagai sumber likuiditasnya. Rasio antara seluruh
jml. Kredit yang diberikan bank dengan dana yang
diterima oleh bank. Semakin tinggi rasio tsb, maka
makin rendah likuiditas bank tsb.
• RUMUS
LDR = Juml. Kredit yang diberikan x 100%
Total dana Pihak Ketiga + KLBI + Modal Inti
MATERI SIP 9 2
Hal 9 - 7 C’tive by Ticha
Perbankan
LOAN TO ASSET RATIO
• Merupakan kemampuan bank untuk memenuhi
permintaan kredit dengan menggunakan total asset
yang dimiliki bank.
RUMUS
LAR = Jumlah Kredit yang diberikan x 100%
Jumlah Assets
• Semakin tinggi rasio ini maka tingkat likuiditasnya
rendah karena jumlah asset yang diperlukan untuk
membiayai kreditnya makin besar.
Hal 9 - 8 C’tive by Ticha
Perbankan
RASIO KEWAJIBAN BERSIH
CALL MONEY
• Persentase dari rasio ini menunjukkan besarnya
kewajiban bersih call money terhadap aktiva lancar atau
aktiva yang paling likuid dari bank.
• RUMUS
NCM = NET Call Money x 100%
Aktiva Lancar
• Aktiva Lancar : Uang kas, Giro di BI, Sertifikat BI, SBPU
• Semakin kecil rasio ini, maka likuiditas bank ini semakin
baik karena bank dapat menutup kewajiban antar bank
dengan alat likuid yang dimilikinya.
Hal 9 - 9 C’tive by Ticha
Perbankan
ANALISIS RASIO PROFITABILITAS
• Alat untuk menganalisis atau mengukur tingkat
efisiensi usaha dan profitabilitas yang dicapai oleh
bank yang bersangkutan
• Analisis rasio profitabilitas suatu bank antara lain :
a. Return On Asset ( ROA )
b. Return On Equity ( ROE )
c. Rasio Biaya Operasional ( OCR )
d. Net Profit Margin ( NPM )
Hal 9 - 10 C’tive by Ticha
Perbankan
RETURN ON ASSET
• Untuk mengukur kemampuan manajemen bank dalam
memperoleh keuntungan secara keseluruhan.
• RUMUS
ROA = Laba Bersih x 100%
Total Assets
• Semakin besar ROA suatu bank, maka makin besar
tingkat keuntungan bank dan semakin baik pula posisi
bank dari segi penggunaan assets.
Hal 9 - 11 C’tive by Ticha
Perbankan
RETURN ON EQUITY
• Untuk mengukur kemampuan bank dalam
memperoleh keuntungan bersih dikaitkan dengan
pembayaran dividen.
• RUMUS
ROE = Laba Bersih x 100%
Modal Sendiri
• Semakin besar rasio ini maka makin besar kenaikan
laba bersih bank yang bersangkutan, selanjutnya akan
menaikan harga saham bank dan semakin besar pula
dividen yang diterima investor.
Hal 9 - 12 C’tive by Ticha
Perbankan
RASIO BIAYA OPERASIONAL
• Untuk mengukur tingkat efisiensi dan kemampuan bank
melakukan kegiatan operasinya.
• RUMUS
OCR = Biaya Operasional x 100%
Pendapatan Operasional
• Biaya operasional diperoleh dari COLF ( Cost of
Loanable fund)
• Pendapatan Operasionl diperoleh dari jasa pemberian
kredit bank (Bunga pinjaman, appraisal fee, supervision
fee, commitment fee, sindication fee, dll).
MATERI SIP 9 3
Hal 9 - 13 C’tive by Ticha
Perbankan
NET PROFIT MARGIN RATIO
• Rasio yang menggambarkan tingkat keuntungan yang
diperoleh bank dibandingkan dengan pendapatan
yang diterima dari kegiatan operasionalnya.
• RUMUS
NPM = Laba Bersih x 100%
Pendapatan Operasional
• Pendapatan Operasional berasal dari pemberian kredit
dengan resiko kredit macet, selisih kurs valas jika
kredit dalam valas dll.
Hal 9 - 14 C’tive by Ticha
Perbankan
ANALISIS RASIO SOLVABILITAS
• Untuk mengukur kemampuan bank dalam memenuhi
kewajiban jangka panjangnya atau kemampuan bank
untuk memenuhi kewajiban-kewajiban jika terjadi
likuidasi bank.
• Rasio yang digunakan pada analisis solvabilitas
adalah :
a. Capital adequacy ratio (CAR)
b. Debt to Equity ratio
c. Long Term debt to assets ratio
Hal 9 - 15 C’tive by Ticha
Perbankan
CAPITAL ADEQUACY RATIO
• Untuk mengukur kecukupan modal yang dimiliki bank
untuk menunjang aktiva yang mengandung atau
menghasilkan risiko, misalnya kredit yang diberikan.
• RUMUS
CAR = Modal Bank x 100%
Aktiva tertimbang menurut resiko
Hal 9 - 16 C’tive by Ticha
Perbankan
CAR…
• Modal Inti : Modal disetor, cadangan, laba ditahan,
agio saham dll
• Modal Pelengkap : Berasal dari cad. Revaluasi AT
(selisih penilaian kembali AT dengan persetujuan
dirjen pajak), Cad. Penghapusan Aktiva yang
diklasifikasikan (cad. Yang dibentuk dengan cara
membebani lap. R/L tahun berjalan), modal kuasi
/capital instrument (warkat yang memiliki sifat seperti
modal), pinjaman subordinasi (pinjaman antar bank
dengan persetujuan BI dengan jangka waktu min. 5
tahun dan bila pelunasan sebelum jatuh tempo harus
persetujuan BI).
Hal 9 - 17 C’tive by Ticha
Perbankan
DEBT TO EQUITY RATIO
• Untuk mengukur kemampuan bank untuk menutup
sebagian atau seluruh hutang-hutangnya dengan dana
yang berasal dari modal sendiri.
• RUMUS
DTE = Jumlah Hutang x 100%
Jumlah Modal Sendiri
• Semakin tinggi rasio ini, maka semakin kecil
kemampuan membayar hutangnya dari modal sendiri.
Hal 9 - 18 C’tive by Ticha
Perbankan
LONG TERM DEBT TO
ASSETS RATIO
• Untuk mengukur seberapa jauh nilai seluruh aktiva
bank dibiayai atau dananya diperoleh dari sumber
hutang jangka panjang
• RUMUS
LTDTA = Hutang Jangka Panjang x 100%
Total Assets
• Hutang jangka panjang berasal dari dana pinjaman
dari bank lain, simpanan masyarakat diatas 1 tahun,
Pinjaman LN, investasi dari investor.
• Semakin besar rasio ini, maka makin kecil
kemampuan untuk membayar hutang dari aktiva.


TINGKAT KESEHATAN BANK
(CAMELS)
Hal 9 - 2 C’tive by Ticha
Perbankan PENDAHULUAN
Penilaian tingkat kesehatan bank secara kuantitatif
dilakukan terhadap 6 faktor, yaitu
1. CAPITAL ( Permodalan ),
2. ASSET QUALITY ( Kualitas Aktiva Produktif )
3. MANAGEMENT ( Manajemen )
4. EARNINGS ( Rentabilitas )
5. LIQUIDITY ( Likuiditas )
6. SENSITIVITY TO MARKET RISK
Hal 9 - 3 C’tive by Ticha
Perbankan CAPITAL
Penilaian pertama adalah aspek permodalan, dimana
aspek ini menilai permodalan yang dimiliki bank
yang didasarkan :
1. kewajiban penyediaan modal minimum bank
(KPMM)
2. Komposisi permodfalan
3. Trend ke masa depan / proyeksi KPMM
4. Aktiva produktif yang diklasifikasikan
dibandingkan dengan modal bank
Hal 9 - 4 C’tive by Ticha
Perbankan Capital …
5. Kemampuan Bank memelihara kebutuhan
penambahan modal yang berasal dari
keuntungan (laba ditahan
6. Rencana permodalan Bank untuk mendukung
pertumbuhan usaha
7. Akses kepada sumber permodalan dan
8. Kinerja keuangan pemegang saham untuk
meningkatkan permodalan bank
Hal 9 - 5 C’tive by Ticha
Perbankan Capital …
1. Komponen Kecukupan pemenuhan KPMM
dihitung dengan menggunakan rumus :
2. Komponen kedua adalah komposisi permodalan
di lihat dengan rumus :
Aktiva Tertimbang Menurut Risiko
Modal
Modal Pelengkap Modal PelengkapT ambahan
Modal Inti
+
Hal 9 - 6 C’tive by Ticha
Perbankan
Capital …
3. Komponen Capital tentang Trend ke depan
Proyeksi KPMM dilihat dari angka pertumbuhan
Modal dan ATMR
( )
( ) ( )
Modal sebelumnya
Modal penilaian − Modal sebelumnya
( )
( ) ( )
ATMR sebelumnya
ATMR penilaian − ATMR sebelumnya
MATERI SIP-9 2
Hal 9 - 7 C’tive by Ticha
Perbankan
Capital …
4. Komponen APYD dibanding dengan modal di hitung
dengan rumus
Klasifikasinya adalah :
1. 25% dr Aktiva Produktif dalam perhatian Khusus
2. 50% dr Aktiva Produktif Kurang Lancar
3. 75% dr Aktiva Produktif Diragukan
4. 100% dr Aktiva Produktif Macet
Modal Bank
Aktiva P roduktif yang Diklasifikasikan
Hal 9 - 8 C’tive by Ticha
Perbankan Capital …
5. Komponen Kemampuan Bank memelihara
kebutuhan penambahan modal yang berasal dari
keuntungan (laba ditahan)
Laba setelah pajak
Dividend Pay Out Ratio = Dividend yang dibagi
Modal Rata - rata
Retention Rate = Laba Ditahan
Hal 9 - 9 C’tive by Ticha
Perbankan Capital …
6. Komponen Rencana permodalan untuk
mendukung pertumbuhan usaha Jasa dilihat dari
Indikator pendukung seperti persentase rencana
pertumbuhan Modal dibandingkan dengan
persentase rencana pertumbuhan Volume Usaha
Hal 9 - 10 C’tive by Ticha
Perbankan Capital …
7. Akses kepada sumber permodalan
Selain itu juga dilihat Profitabilitas Bank yang
dihitung dari Return On Asset (ROA) dan Return
On Equity (ROE)
Jumlah Saham
Earning Per Share (EPS) = Laba setelah Pajak
EPS
Price Earning Ratio (PER) = Harga Saham
Hal 9 - 11 C’tive by Ticha
Perbankan ASSET QUALITY
Penilaian faktor kualitas aset antara lain dilakukan
melalui penilaian terhadap komponen komponen
sebagai berikut:
1) aktiva produktif yang diklasifikasikan dibandingkan
dengan total aktiva produktif;
2) debitur inti kredit di luar pihak terkait dibandingkan
dengan total kredit;
3) perkembangan aktiva produktif bermasalah/non
performing asset dibandingkan dengan aktiva
produktif;
Hal 9 - 12 C’tive by Ticha
Perbankan Asset …
4) tingkat kecukupan pembentukan penyisihan
penghapusan aktiva produktif (PPAP);
5) kecukupan kebijakan dan prosedur aktiva produktif;
6) sistem kaji ulang (review) internal terhadap aktiva
produktif;
7) dokumentasi aktiva produktif; dan
8) kinerja penanganan aktiva produktif bermasalah.
MATERI SIP-9 3
Hal 9 - 13 C’tive by Ticha
Perbankan Asset …
1. Komponen Aktiva Produktif Yang Diklasifikasikan
dibandingkan dengan total Aktiva Produktif
Ada empat macam jenis aktiva produktif yaitu :
• Kredit yang diberikan
• Surat berharga
• Penempatan dana pada bank lain
• Penyertaan
Aktiva Pr oduktif
Aktiva P roduktif yang Diklasifikasikan
Hal 9 - 14 C’tive by Ticha
Perbankan Asset …
2. Komponen kedua dari asset adalah debitur inti
kredit di luar pihak terkait dibandingkan dengan
total kredit
• Bank dengan total aset < Rp 1 triliun debitur inti = 10
debitur/grup;
• Bank dengan total aset Rp 1 triliun < total aset < Rp 10
triliun debitur inti = 15 debitur/grup;
• 3) Bank dengan total aset > Rp 10 triliun debitur inti = 25
debitur/grup.
Total Kredit
Debitur Inti
Hal 9 - 15 C’tive by Ticha
Perbankan Asset …
3. Perkembangan Aktiva Produktif
bermasalah/Non Performing Asset dibandingkan
dengan Aktiva Produktif
Aktiva Produktif (AP) bermasalah merupakan
AP dengan kualitas Kurang Lancar, Diragukan
dan Macet.
Aktiva Produktif
Aktiva Produktif Bermasalah
Hal 9 - 16 C’tive by Ticha
Perbankan Asset …
4. tingkat kecukupan pembentukan penyisihan
penghapusan aktiva produktif (PPAP);
PPAPyang wajib dibentuk
PPAP yang telah dibentuk
Hal 9 - 17 C’tive by Ticha
Perbankan Asset …
8. kinerja penanganan aktiva produktif bermasalah.
Total Kredit
Kredit yang direstruktur
Kredit yang direstruktur
Kredit yang direstruktur Lancar + DPK
Total Kredit
Kredit bermasalah - PPAP
Total Kredit
Agunan yang diambil alih
Hal 9 - 18 C’tive by Ticha
Perbankan MANAJEMEN
Untuk menilai kualitas manajemen akan mengajukan
250 pertanyaan yang menyangkut manajemen bank
yang bersangkutan.
Penilaian terhadap faktor manajemen antara lain
dilakukan melalui penilaian terhadap komponenkomponen
sebagai berikut:
1) manajemen umum;
2) penerapan sistem manajemen risiko; dan
3) kepatuhan Bank terhadap ketentuan yang berlaku
serta komitmen kepada Bank Indonesia dan atau
pihak lainnya.
MATERI SIP-9 4
Hal 9 - 19 C’tive by Ticha
Perbankan EARNING (RENTABILITAS)
Penilaian pendekatan kuantitatif dan kualitatif faktor
rentabilitas antara lain dilakukan melalui penilaian
terhadap:
1) return on assets (ROA);
2) return on equity (ROE);
3) net interest margin (NIM);
4) Biaya Operasional dibandingkan dengan Pendapatan
Operasional (BOPO);
Hal 9 - 20 C’tive by Ticha
Perbankan Earning …
5) perkembangan laba operasional;
6) komposisi portofolio aktiva produktif dan diversifikasi
pendapatan;
7) penerapan prinsip akuntansi dalam pengakuan
pendapatan dan biaya; dan
8) prospek laba operasional.
Hal 9 - 21 C’tive by Ticha
Perbankan Earning …
1) Return on assets (ROA)
2) Return on equity (ROE);
Total Asset
ROA = Laba sebelum pajak
Modal Inti
ROE = Laba setelah Pajak
Hal 9 - 22 C’tive by Ticha
Perbankan Earning …
3) Net interest margin (NIM);
Pendapatan bunga bersih = Pendapatan bunga –
beban bunga
Aktiva Produktif
NIM = Pendapatan Bunga Bersih
Hal 9 - 23 C’tive by Ticha
Perbankan Earning …
4) Biaya Operasional dibandingkan dengan
Pendapatan Operasional (BOPO);
5) perkembangan laba operasional
PendapatanOperasional − Biaya Operasional
Pendapatan Operasional
BOPO = Biaya Operasional
Hal 9 - 24 C’tive by Ticha
Perbankan LIQUIDITY
Penilaian faktor likuiditas antara lain dilakukan melalui
penilaian terhadap:
1) aktiva likuid kurang dari 1 bulan dibanding
dengan pasiva likuid kurang dari 1 bulan
2) 1-month maturity mismatch ratio;
3) Loan to Deposit Ratio (LDR);
4) proyeksi cash flow 3 bulan mendatang
MATERI SIP-9 5
Hal 9 - 25 C’tive by Ticha
Perbankan Liquidity …
5) ketergantungan pada dana antar bank dan
deposan inti;
6) kebijakan dan pengelolaan likuiditas (assets and
liabilities management/ALMA);
7) kemampuan Bank untuk memperoleh akses
kepada pasar uang, pasar modal, atau sumbersumber
pendanaan lainnya; dan
8) stabilitas dana pihak ketiga (DPK).
Hal 9 - 26 C’tive by Ticha
Perbankan Liquidity …
1) Aktiva likuid kurang dari 1 bulan dibanding
dengan pasiva likuid kurang dari 1 bulan
Aktiva likuid < 1 bulan:
1 Kas
2 Giro BI
3 SBI
4 Antar Bank Aktiva
Pasiva likuid 1 bulan
Aktiva likuid 1bulan
<
<
Pasiva likuid < 1 bulan:
1 Giro
2 Tabungan
3 Deposito
4 Kewajiban Segera
5 Kewajiban pada Bank lain
Hal 9 - 27 C’tive by Ticha
Perbankan Liquidity …
2) 1-month maturity mismatch ratio;
Aktiva yg jatuh tempo 1 blan:
1 SBI
2 Antar Bank Aktiva
3 Surat berharga
4 Kredit yang diberikan
5 Lain-lain
Pasiva yang akan jatuh tempo
Selisih Aktiva&Pasiva yang akan jatuhtempo(1bln)
Pasiva yang jatuh tempo 1 bln:
1 DPK
2 Antar Bank Pasiva
3 Surat Berharga yang
diterbitkan
4 Pinjaman yang diterima
Hal 9 - 28 C’tive by Ticha
Perbankan Liquidity …
3) Loan to Deposit Ratio (LDR);
4) proyeksi cash flow 3 bulan mendatang
Dana Pihak Ketiga
LDR = Kredit
Dana Pihak Ketiga
Net Cash Flow
Hal 9 - 29 C’tive by Ticha
Perbankan Liquidity …
5) ketergantungan pada dana antar bank dan
deposan inti;
Total Dana mencakup:
1) Dana Pihak Ketiga
2) Antar Bank Pasiva
3) Pinjaman Yang Diterima
4) Surat Berharga yang diterbitkan
Total Dana
Antar Bank Pasiva
Hal 9 - 30 C’tive by Ticha
Perbankan Liquidity …
Deposan inti ditentukan sebagai berikut:
1. Bank dengan total aset < Rp 1 T deposan inti =
10 depositors;
2. Bank dengan total aset Rp 1T < total aset < Rp 10
T) deposan inti = 25 depositors;
3. Bank dengan total aset > Rp 10 T) deposan inti =
50 depositors.
Dana Pihak Ketiga
Deposan Inti
MATERI SIP-9 6
Hal 9 - 31 C’tive by Ticha
Perbankan SENSITIVITY TO
MARKET RISK
Faktor sensitivitas terhadap risiko pasar antara lain
dilakukan melalui penilaian terhadap:
1) Modal/cadangan yg dibentuk utk mengcover
fluktuasi suku bunga dibandingkan dgn potential
loss sebagai akibat fluktuasi suku bunga;
2) Modal/cadangan yg dibentuk utk mengcover
fluktuasi nilai tukar dibandingkan dengan
potential loss sebagai akibat fluktuasi nilai tukar
3) kecukupan penerapan sistem manajemen risiko
pasar.
Hal 9 - 32 C’tive by Ticha
Perbankan TABEL PENILAIAN
Sensitivity
Earning
Asset
1 2 3 4 5
Liquidity
Management
Capital
PERINGKAT
FAKTOR
Hal 9 - 33 C’tive by Ticha
Perbankan PERINGKAT
1. Bank tergolong sangat baik dan mampu
mengatasi pengaruh negatif kondisi
perekonomian dan industri keuangan.
2. Bank tergolong baik dan mampu mengatasi
pengaruh negatif kondisi perekonomian dan
industri keuangan namun Bank masih memiliki
kelemahan kelemahan minor yang dapat segera
diatasi oleh tindakan rutin.
Hal 9 - 34 C’tive by Ticha
Perbankan Peringkat …
3. Bank tergolong cukup baik namun
terdapat beberapa kelemahan yang dapat
menyebabkan peringkat kompositnya
memburuk apabila Bank tidak segera
melakukan tindakan korektif.
Hal 9 - 35 C’tive by Ticha
Perbankan Peringkat …
4. Bank tergolong kurang baik dan sensitif terhadap
pengaruh negatif kondisi perekonomian dan
industri keuangan atau Bank memiliki kelemahan
keuangan yang serius atau kombinasi dari
kondisi beberapa faktor yang tidak memuaskan,
yang apabila tidak dilakukan tindakan korektif
yang efektif berpotensi mengalami kesulitan
yang membahayakan kelangsungan usahanya.
Hal 9 - 36 C’tive by Ticha
Perbankan Peringkat …
5. Bank tergolong tidak baik dan sangat
sensitif terhadap pengaruh negatif kondisi
perekonomian dan industri keuangan serta
mengalami kesulitan yang membahayakan
kelangsungan usahanya.


TSI PERBANKAN
1. Platform �� perangkat komputer
(Main Frame, Minicomputer, PC LAN)
2. Media Komunikasi Data �� hub antar kantor
(OnLine, OffLine)
3. Tipe Hubungan Antar Kantor
(Centralized, Combination, Distributed, OffLine)
4. Tingkat Integrasi Sistem
(RealTime, Batch, Re-Entry)
Hal 10 - 3 C’tive by Ticha
Perbankan Indikator …
PLATFORM
KOMUNIKASI KETERHUBUNGAN
INTEGRASI SISTEM
Main Frame
Mini Computer
PC LAN
VSAT/Frame Relay PC Stand Alone
Leased Line
Dial Up
RealTime
Batch
Re-Entry
Online - Centralized
Online - Cobination
Online - Distributed
OffLine
GL, DPK, Pinjaman,Treasury dll
Hal 10 - 4 C’tive by Ticha
Perbankan ELECTRONIC
FUNDS TRANSFER (EFT)
Yang termasuk Jasa EFT :
1. Automated Teller Machine (ATM)
2. Kartu Plastik
3. Jasa Point Of Sale (POS)
4. Internet Banking*
5. Mobile Banking* (SMS Banking, Phone Banking)
Hal 10 - 5 C’tive by Ticha
Perbankan AUTOMATIC TELLER
MACHINE (ATM)
Pengertian ATM menurut Allen H. Lipis dalam bukunya
perbankan Elektronik (1992 : 8) adalah :
“Alat kasir otomatis tanpa orang, ditempatkan di
dalam atau di luar perkarangan bank, yang
sanggup untuk mengeluarkan uang tunai dan
menangani transaksi-transaksi perbankan yang
rutin.”
Automatic Teller Machine di Indonesia juga dikanal
dengan Anjungan Tunai Mandiri
Hal 10 - 6 C’tive by Ticha
Perbankan Jenis ATM
(Fisik)
Pada umumnya ATM dapat dibedakan menjadi dua
jenis yaitu :
1. Menempel pada dinding.
2. Berdiri sendiri dalam satu kesatuan.
a. On Premise ATM.
Yaitu mesin ATM yang berada pada gedung yang sama
dengan bank yang bersangkutan
b. Off Premise ATM
Yaitu mesin ATM yang berada di luar gedung bank
yang bersangkutan atau di tempat-tempat umum
MATERI SIP-10 2
Hal 10 - 7 C’tive by Ticha
Perbankan Jenis ATM
(Transaksi)
Jenis-Jenis ATM (Menurut BCA)
1. ATM BCA Multifungsi
�� berbagai Transaksi perbankan
2. ATM BCA Tarik Tunai
3. ATM BCA Non-Tunai
4. ATM BCA Setoran Tunai
Hal 10 - 8 C’tive by Ticha
Perbankan Sistem Pengoperasian
ATM
1. Pengoperasian secara off-line
Mesin ATM tersebut tidak dihubungkan dengan
komputer sentral tetapi mesin tersebut beroperasi
tersendiri
2. Pengoperasian secara on-line.
pengoperasian mesin ATM yang membutuhkan
saluran komunikasi dan komputer sentral yang
beroperasi secara 24 jam terus-menerus.
3. Pengoperasian ATM Bersama.
Hal 10 - 9 C’tive by Ticha
Perbankan Penyedia ATM
Ada 2 strategi ATM :
1. Jaringan kerja milik sendiri
Bank membeli / menyewa ATM, membeli software
/ membuat, memasang sistem, memasarkan dan
mengeluarkan kartu disain yang dilakukan sendiri
2. Jaringan kerja ATM berbagi
ATM dimiliki dan dioperasikan oleh lembaga
keuangan lain
•Joint-ventura
•Pihak ketiga
Hal 10 - 10 C’tive by Ticha
Perbankan Keunggulan ATM
Keunggulan adanya ATM bagi nasabah dan Bank :
1. Menghemat waktu
2. Mudah dijangkau
3. Biaya relatif murah
Hal 10 - 11 C’tive by Ticha
Perbankan KARTU PLASTIK
Kartu plastik merupakan alat berbentuk plastik yang
diterbitkan oleh suatu lembaga keuangan dan
dapat digunakan untuk berbagai macam
transaksi keuangan
Hal 10 - 12 C’tive by Ticha
Perbankan Kartu Plastik…
Dalam sistem kerja bank card terlihat ada 3 pihak
yang terlibat dalam prosesnya, yaitu:
• Bank sebagai penerbit dan pembayar (issuer)
• Pedagang (merchant), sebagai tempat belanja
• Pemegang kartu (card holder), sebagai yang
berhak melakukan transaksi.
Terkadang dalam mengelola kartu plastik, pihak
bank menyerahkan kegiatan operasionalnya pada
pihak Acquirer (Pengelola)
MATERI SIP-10 3
Hal 10 - 13 C’tive by Ticha
Perbankan Jenis kartu Plastik
Jenis kartu plastik yang dikeluarkan bank, biasa
disebut bank card memiliki keunggulan dan
kekurangan.
• Charge card,
• Credit card,
• Debit card,
• Smart card*,
• Private label card,
Hal 10 - 14 C’tive by Ticha
Perbankan MEKANISME
KARTU KREDIT
ISSUER (BANK)
CARD HOLDER MARCHANT
2 6
3
7 4
1
1 5
Hal 10 - 15 C’tive by Ticha
Perbankan Mekanisme …
Mekanisme Kartu Kredit
1. Permohonan kartu kredit dari calon Card Holder
2. Setelah Bank melakukan analisis, dilakukan
perjanjian kemudian diberikan kartu kredit pada
card holder
3. Penggunaan Kartu oleh Card Holder untuk
transaksi pada merchant yang ditunjuk
4. Merchant melakukan penagihan
5. Setelah di cek keabsahan transaksi, pihak issuer
membayar kepada merchant
6. Issuer mengirimkan tagihan pada card holder
7. Card Holder melakukan pembayaran
Hal 10 - 16 C’tive by Ticha
Perbankan INTERNET BANKING
Suatu sistem dimana nasabah dapat mengakses
rekening (Account) dan Informasi umum tentang
produk dan pelayanan Bank melalui PC atau alat
lainnya
Layanan IB menggunakan fasilitas yang ada dari Web
Hal 10 - 17 C’tive by Ticha
Perbankan Jenis IB
Menurut Handbook IB, jenis IB:
1. Informational
Hanya memberikan layanan informasi tentang
produk dan layanan bank
2. Communicative
Memberikan interaktif antara nasabah dan sistem
yang ada, terbatas pada layanan electronic mail
3. Transactional
Nasabah dapat melakukan transaksi melalui
jaringan yang dibangun
Hal 10 - 18 C’tive by Ticha
Perbankan Penyedia Jasa IB
Pengelola atau penyedia jasa IB:
1. Bank (In House)
Pihak bank mengelola sendiri IB dengan
memanfaatkan Sumber Daya yang ada
2. Pihak Luar (OutSourcing)
Pengelolaan IB diserahkan apda pihak lain dengan
pengawasan dari Pihak Bank
MATERI SIP-10 4
Hal 10 - 19 C’tive by Ticha
Perbankan Keunggulan IB
Keunggulan yang dirasakan oleh nasabah dan pihak
bank dengan adanya IB :
1. Konektivitas dan jangkauan Global
2. Akses 24 Jam
3. Kecepatan
4. Kenyamanan
5. Kemudahan Akses
6. Biaya Relatif murah
7. Interaktivitas dan Flesibilitas
Hal 10 - 20 C’tive by Ticha
Perbankan MOBILE BANKING
M-banking memberi kemudahan bagi nasabah untuk
melakukan pengecekan saldo tabungan,
membayar tagihan maupun melakukan transfer
dana ke rekening yang lain melalui Ponsel (Hand
Phone)
Bank bekerja sama dengan operator seluler untuk
dapat meluncurkan fasilitas Mobile Banking

0 komentar:

Poskan Komentar

 

erk^chubz~zone Copyright © 2009 Baby Shop is Designed by Ipietoon Sponsored by Emocutez